| No. | Penahanan / Perpanjangan oleh | Waktu | Dasar Hukum |
| 1. | Penyidik | 20 Hari | Pasal 24 Ayat (1) KUHAP |
| Diperpanjang Jaksa Penuntut Umum | 40 Hari | Pasal 24 Ayat (2) KUHAP | |
| 2. | Penuntut Umum | 20 Hari | Pasal 25 Ayat (1) KUHAP |
| Diperpanjang Ketua Pengadilan Negeri | 30 Hari | Pasal 25 Ayat (2) KUHAP | |
| 3. | Hakim Pengadilan Negeri | 30 Hari | Pasal 26 Ayat (1) KUHAP |
| Diperpanjang Ketua Pengadilan Negeri | 60 Hari | Pasal 26 Ayat (2) KUHAP | |
| 4. | Hakim Pengadilan Tinggi | 30 Hari | Pasal 27 Ayat (1) KUHAP |
| Diperpanjang Ketua Pengadilan Tinggi | 60 Hari | Pasal 27 Ayat (2) KUHAP | |
| 5. | Hakim Mahkamah Agung | 50 Hari | Pasal 28 Ayat (1) KUHAP |
| Diperpanjang Ketua Mahkamah Agung | 60 Hari | Pasal 28 Ayat (2) KUHAP |
| Dikecualikan dari Jangka waktu penahanan sebagaimana tersebut
pada Pasal 24, Pasal 25, Pasal 26, Pasal 27 dan Pasal 28, guna kepentingan
pemeriksaan, penahanan terhadap tersangka atau terdakwa dapat diperpanjang
berdasar alasan yang patut dan tidak dapat dihindarkan karena: 1. Tersangka/Terdakwa menderita gangguan fisik atau mental yang berat, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter, atau 2. perkara yang sedang diperiksa diancam dengan pidana penjara sembilan tahun atau lebih. Perpanjangan tersebut pada ayat (1) diberikan untuk paling lama tiga puluh hari dan dalam hal penahanan tersebut masih diperlukan, dapat diperpanjang lagi untuk paling lama tiga puluh hari. (Pasal 29) Penambahan Penahanan Pasal 29 selama 30 Hari + 30 Hari = 60 Hari. Total Pasal 24 s/d Pasal 29 adalah 400 Hari + 60 Hari = 460 Hari |
|||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar